May 02

Kronologi Kasus Wilfrida Soik dan Kontribusi Bpk. H. Prabowo Subianto

Kronologi Kasus Wilfrida Soik:

26 November 2010 - Wilfrida berangkat ke Malaysia tanpa dokumen ketenagakerjaan, diterima di Kelantan oleh agen perekrut, AP Master SDN. BHD. Passport dan dokumen penting Wilfrida dipalsukan, sehingga umur yang tertera berbeda dengan umur asli, tanggal lahir Wilfrida dirubah dari 12 Oktober 1993 menjadi 8 Juni 1989.

7 Desember 2010 - Wilfrida diduga membunuh majikannya, Yeap Seok Pen (60), dengan pisau dapur. Kemudian ia ditangkap polisi Daerah Pasir Mas di kampong Chabang Empat, Tok Uban, Kelantan, sekitar 5 jam setelah kejadian.

Desember 2010 s/d 2012 – Kasus Wilfrida diproses dengan sangat lama, tiga tahun ia mendekam di penjara Pangkalan Chepa, Kota Nharu, Kelantan. Awal 2012, kasus Wilfrida dilimpahkan ke Mahkamah Tinggi Kota Bharu.

26 Agustus 2013- Wilfrida dituntut hukuman mati terkait pembunuhan berdasarkan pasal 302 Kanun Keseksaan (Penal Code).

14 September 2013 - Wilfrida bertemu dengan Prabowo Subianto pertama kali di penjara Kelantan.

30 September 2013 – Prabowo Subianto mendampingi Wilfrida pada sidang tahap penuntutan, ia menunjuk pengacara terkemuka negeri Jiran, Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, untuk membantu Wilfrida. Tan Sri berhasil meminta penundaan vonis, untuk pemeriksaan lebih detil, ada 3 permintaan Tan Sri yaitu pemeriksaan kembali umur Wilfrida, pemeriksaan kesehatan, dan pemanggilan saksi.

17 November 2013 – Sidang lanjutan Wilfrida dilaksanakan, setelah hakim
mengabulkan 3 permintaan Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah pada sidang sebelumnya.

29 Desember 2013 – Sidang lanjutan Wilfrida kembali dilaksanakan, kali ini hakim memeriksa bukti kondisi kesehatan Wilfrida.

12, 19, 26, dan 29 Januari 2014 – Sidang lanjutan dilakukan secara maraton, dan pengadilan memanggil semua saksi kunci. Sidang dipantau oleh Komisi HAM Malaysia, SUHAKAM.

3 April 2014 – Pembelaan dan pemeriksaan saksi Wilfrida selesai, setelah 7 saksi dipanggil dalam sidang marathon, termasuk saksi yang diminta oleh Wilfrida sendiri.

7 April 2014 – Setelah proses yang sangat panjang, Wilfrida dinyatakan tidak bersalah.

Share

Apr 05

Penjelasan Ahok Sebagai Seorang Tionghoa Kenapa mau Ikut Prabowo dan Gerindra

Video penjelesan Ahok sebagai seorang TIonghoa kenapa mau mendukung Gerindra dan Bpk. Prabowo Subianto:

- http://www.youtube.com/watch?v=MzCj7qJaWbE

Share

Apr 03

Video Kesaksian Almarhum Munir tentang Prabowo Subianto

http://www.youtube.com/watch?v=0bZsKVZSTRw

Share

Apr 03

Twitseri Rekam Jejak Prabowo Subianto oleh @PakBondan

  1. Manteman tentu mengetahui, saya adalah seorang jurnalis dan kolumnis. Artikel opini saya dimuat Kompas, Tempo, Wall Street Journal, dll.
  2. Saya juga pernah pemimpin redaksi di 3 media nasional, serta diakui sebagai wartawan investigatif andal.
  3. 3. Sebelum saya gabung dan berjuang dengan @Gerindra, tentu saya teliti dulu rekam jejak @Gerindra dan @Prabowo08.  
  4. Pada akhir tahun 1998 saya juga pernah mendampingi pejabat dari Washington DC mewawancarai @Prabowo08 selama 3 jam.
  5. Berbagai tuduhan dan fitnah ke @Prabowo08 saya teliti satu per satu. Mulai dari tuduhan penculikan, kerusuhan 1998, sampai keluarga.      

  6. Saya mulai twitseri ini dari awal: Saat @Prabowo08 memilih untuk jadi tentara walau beliau bisa kuliah di universitas terbaik AS.
  7. @Prabowo08 masuk AKABRI, karena terinspirasi oleh kisah kedua pamannya yang gugur tahun 1946 bersama Mayor Daan Mogot.
  8. @Prabowo08 juga ingin melanjutkan perjuangan ayahnya dan kakeknya: jiwa dan raga 100% untuk Merah-Putih.
  9. Saat memimpin Kopassus, kualitas kepemimpinan @Prabowo08 legendaris. Sampai sekarang anak buahnya masih loyal.
  10. @Prabowo08 pastikan kesejahteraan semua prajuritnya. Di medan perang, @Prabowo08 selalu pimpin dari garis terdepan.
  11. Bahkan, ada tiga momen di Timor Timur ketika @Prabowo08 diduga gugur karena putus kontak radio. Beliau sangat berani.
  12. Keberanian dan dedikasi @Prabowo08 menjadikan Kopassus salah satu pasukan elit terbaik dunia. Dihormati dan disegani.
  13. Prestasi @Prabowo08 sebagai Danjen Kopassus, a.l.: pembebasan sandera di Pegunungan Mapenduma, Papua.
  14. @Prabowo08 juga memimpin pendakian tim Indonesia ke puncak gunung Everest. Ia tidak mau kita dikalahkan Malaysia.
  15. Sekarang kita bicara 1998. Saat itu, keberpihakan @Prabowo08 pada proses demokrasi dan reformasi mengagetkan.
  16. Mungkin karena @Prabowo08 pernah sekolah di luar negeri, kala itu beliau termasuk perwira yang mendukung reformasi.
  17. Tuduhan pertama: @Prabowo08 cerai karena tidak becus mengurus keluarga. Sebenarnya: Beliau diusir keluarga Cendana.
  18. @Prabowo08 dianggap mengkhianati keluarga Cendana karena dua hal: Berani menganjurkan Presiden Suharto untuk mundur.
  19. Dan hal kedua: @Prabowo08 tidak gunakan senjata dan malah membiarkan demonstran masuk ke kompleks DPR/MPR.
  20. Tuduhan kedua: @Prabowo08 menculik & membunuh aktivis demokrasi. Sebenarnya: Tim Mawar bergerak cegah terorisme.
  21. Sebelum Tim Mawar dapat perintah mengamankan terduga teroris, terjadi peledakan bom di Jakarta Januari 1998.
  22. Peledakan bom ini, salah satunya di Tanah Tinggi ditujukan untuk ganggu Sidang Umum MPR bulan Maret 1998.
  23. Pada saat itu, perintah “mengamankan” bisa diartikan “menghabisi”. Tim Mawar tidak menghabisi mereka yang diamankan.
  24. Malahan, mereka yang diamankan dan dilepas oleh Tim Mawar, sebagian sekarang bergabung di @Gerindra.
  25. Apakah mereka mau bergabung dengan @Gerindra jika @Prabowo08 benar kejam seperti dituduhkan?
  26. Nah, bagaimana dengan mereka yang masih hilang? Silakan manteman cek hasil investigasi TEMPO edisi Widji Thukul.
  27. Hasil investigasi TEMPO menyimpulkan, ada tim lain yang bergerak! Bukan hanya Tim Mawar @Prabowo08.
  28. Apakah @Prabowo08 tahu siapa mengamankan mereka? Kalaupun ia tahu, Prabowo terikat sumpah prajurit.
  29. @Prabowo08 adalah prajurit sejati. Baginya sumpah prajurit adalah harga mati. Nama baik TNI harus ia jaga.
  30. Bagi @Prabowo08, lebih baik ia jadi tertuduh selamanya daripada nama baik TNI tercoreng karena ia buka mulut.
  31. Tuduhan ketiga: @Prabowo08 dalang kerusuhan Mei 1998. Sebenarnya: Prabowo adalah kambing hitam.      

  32. Kerusuhan Mei 1998 dipicu oleh naiknya harga BBM tanggal 4 Mei karena tekanan IMF untuk cabut subsidi.
  33. Sudah menjadi rahasia publik, bagaimana @Prabowo08 membujuk Panglima ABRI untuk turun tangan kendalikan situasi.
  34. Namun pada saat-saat genting, Panglima ABRI malah tinggalkan Jakarta untuk upacara seremonial di Malang.
  35. Tuduhan keempat: @Prabowo08 dicopot karena mau kudeta Habibie. Sebenarnya: Prabowo justru bergerak utk amankan Habibie.
  36. Sebagai Pangkostrad, @Prabowo08 mengikuti protap untuk mengamankan Ring-1 saat ibukota kembali memanas.
  37. Prosedur tetap ini dijalankan @Prabowo08 tanpa sepengetahuan Panglima ABRI. Panglima ABRI keliru analisa situasi.
  38. Panglima ABRI berasumsi, pergerakan pasukan ke Ring-1 harus atas perintah beliau. Beliau lapor ke Presiden Habibie.
  39. Karena informasi ini, Presiden Habibie berasumsi @Prabowo08 ingin kudeta. Prabowo dipanggil menghadap.
  40. Jika @Prabowo08 benar ingin kudeta, apakah ia akan datang ke Istana dan datang sendirian tanpa pasukan?
  41. Mendengar perintah Presiden Habibie untuk melepas jabatan sebagai Pangkostrad, @Prabowo08 kaget.
  42. Namun sebagai prajurit yang taat, ia ikuti perintah Presiden Habibie, lepaskan jabatan Pangkostrad dan jadi Dansesko ABRI.
  43. Lanjut lagi. Tuduhan kelima: @Prabowo08 ke Yordania untuk menghindari hukuman. Kenyataaan: Menghindari fitnah.
  44. @Prabowo08 adalah mantan Danjen Kopassus. Beliau terlatih di bidang intelijen dan kontra-inteligen.
  45. Kondisinya saat itu: ada pihak-pihak yang membutuhkan kambing hitam. Kalau bisa semua dituduhkan ke @Prabowo08.
  46. @Prabowo08 sadar, risikonya terlalu besar jika ia tetap di Jakarta. Rumahnya bisa “diisi” senjata, dan sebagainya.
  47. Oleh karena itu beliau memilih untuk pergi ke luar negeri. Ke Yordania dan Malaysia. Menghindari fitnah.
  48. Tuduhan keenam: @Prabowo08 kaya karena korupsi di masa Orba. Sebenarnya: Tahun 1998 Prabowo jatuh miskin.
  49. Rumah di Indonesia tidak punya, tabungan hanya cukup untuk hidup beberapa bulan saja di pengasingan.
  50. @Prabowo08 harus kerja keras sebagai pengusaha di luar negeri untuk dapat hidup dengan layak. Mengikuti jejak adiknya.
  51. Karena pengalaman sebagai pengusaha di luar, @Prabowo08 jadi tahu benar bagaimana asing eksploitasi SDA Indonesia.
  52. Tuduhan ketujuh: @Prabowo08 tidak ada sumbangsih untuk negeri pasca 1998. Sebenarnya: Sumbangsihnya luar biasa.
  53. Sumbangsih yang terbesar adalah: Mendirikan @Gerindra, partai politik moderen yang terbuka dan jelas visinya.
  54. @Gerindra tidak meminta mahar politik untuk mereka yang ingin maju sebagai bupati, walikota, gubernur dan legislatif.
  55. @Gerindra juga membuat rekomendasi berdasarkan kompetensi. Contoh: @ridwankamil didorong jadi Walikota Bandung.
  56. Contoh: Saya masuk ke @Gerindra, karena ikut seleksi terbuka. Biaya formulir hanya Rp. 50.000 saja. Yang lain juga sama.
  57. Selain @Gerindra, @Prabowo08 juga fokus tingkatkan prestasi olahraga kita. Khususnya pencak silat dan berkuda.
  58. Dalam masa kepemimpinan @Prabowo08, timnas pencak silat kita tidak pernah kalah di turnamen internasional.
  59. Tahun 2014 ini, @Prabowo08 juga berhasil jadikan tim polo berkuda kita terbaik di Asia. Kalahkan Cina, India, dan Korsel!
  60. Di bidang pertanian, @Prabowo08 sebagai Ketua HKTI kembangkan bibit-bibit unggul untuk tingkatkan panen per hektar.
  61. Di bidang pendidikan, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak beasiswa sekolah dan kuliah yang diberikan @Prabowo08.
  62. Baru-baru ini, Yayasan Pendidikan Kebangsaan @Prabowo08 jalin kerjasama beasiswa S1 dengan Kerajaan Yordania.

 

 

Share

Apr 03

Jejak Rekam Prabowo Subianto oleh @Poltracking

  • 1. Sosoknya dikenal lewat keberhasilannya membebaskan pr peneliti Lorentz yg ditahan oleh Organisasi Papua Merdeka #Prabowo
  • 2. Ia dikenal sebagai orang militer yang punya loyalitas sekaligus gagasan cemerlang #Prabowo
  • 3. Ia pernah berturut-turut dipercaya mengemban jabatan strategis, mulai Danjen Kopassus hingga Pangkostrad TNI #Prabowo
  • 4. Pasca reformasi, Ia terjun ke dunia politik untuk mengubah peruntungan melalui Konvensi Golkar tahun 2004 #Prabowo
  • 5. Tak lolos di konvensi, Ia kemudian membentuk @Gerindra bersama dg para aktivis pro demokrasi #Prabowo
  • 6. Pada Pemilu 2009, Ia kembali ikut berkontestasi bersama Megawati, namun belum berhasil #Prabowo
  • 7. Kini jelang Pemilu 2014, namanya kembali diperhitungkan, dan berpeluang menjadi Presiden RI Ke-7 #Prabowo
  • 8. Siapa sebenarnya sosok @Prabowo08 ini? cc: @suhardigerindra @PakBondan @fadlizon @AryoDjojo #Prabowo
  • 9. @Prabowo08 lahir di Jakarta, 17 Okt 1951 dr orangtua yg dikenal sbg seorang intelektual sekaligus pejuang #Prabowo
  • 10. Sang ayah, Soemitro Djojohadikusumo dikenal sbgai begawan ekonomi Indonesia yg mencicipi pendidikan di Barat #Prabowo
  • 11. Meski begitu, tak sedikitpun nasionalismenya tergadai #Prabowo
  • 12. Soemitro dikenal sebagai pemikir sejati yg tak segan mengkritik kekuasaan yang dianggapnya menyimpang #Prabowo
  • 13. Sekalipun kehidupan ekonominya tergolong mapan, namun tak ada fasilitas berlebihan yang diberikan orang tuanya #Prabowo
  • 14. Hal itu dimaksudkan supaya @Prabowo08 tidak cengeng dan mudah mengiba #Prabowo
  • 15. Sebagai seorang laki-laki, sikap ksatria dan tegas harus dipegang erat sebagai bekal menghadapi masa depan yang berat #Prabowo
  • 16. Lulus dr American School in London thn 1969, @Prabowo08 kemudian memilih masuk AKABRI pd tahun 1970 #Prabowo
  • 17. Tahun 1974 ia lulus dari AKABRI @Prabowo08 kemudian ditempatkan di pasukan tempur #Prabowo
  • 18. pernah suatu ketika, ia dan pasukannya nyaris mati ketika dikepung gerilyawan FRETILIN. beruntung..
  • 19…Tuhan msh membrikannya kemujuran dgn brhasil lolos dr maut.keadaan pun brbalik.FRETILIN yg terdesak smp akhrnya bs dilumpuhkan #Prabowo
  • 20. Sekembalinya dari tugas pendidikan di Jerman Barat, bintang Prabowo semakin bersinar terang #Prabowo
  • 21. @Prabowo08 pun menikah dengan Siti Hediyati Hariyadi (Titiek Soeharto) pada tahun 1983 #Prabowo
  • 22. Semenjak jd mantu Presiden Soeharto, @Prabowo08 semakin dekat dg beberapa politisi teras Golongan Karya #Prabowo
  • 23. Itulah awal mula @Prabowo08 bersinggungan dg politik praktis #Prabowo
  • 24. Karier @Prabowo08 kian melejit. Di tahun 1994, Ia sudah menyandang jabatan Wakil Komandan Kopassus
  • 25. Tahun 1995, @Prabowo08 diambil sumpahnya menjadi Komandan Kopassus #Prabowo
Share

Mar 30

Wawancara Eksklusif Prabowo Subianto tentang Bj. Habibie

Saya Dikhianati Habibie
Wawancara dari Bangkok, Thailand, Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto
bicara soal penculikan aktivis, dugaan keterlibatannya dalam kerusuhan
13-14 Mei 1998, serta hubungannya dengan Soeharto, Habibie, dan
Wiranto.

Dari siaran berita di radio, Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto
mendengar berita rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) bentukan
Mabes ABRI. Ia diberhentikan dari karier militernya. Hari itu,
Selasa, 25 Agustus 1998. “Saya tidak kaget,” kata Prabowo. Sebelum DKP
mulai bekerja, mantan pangkostrad ini sudah tahu hasilnya. Ia harus
menepi. Adalah mertuanya sendiri, mantan presiden Soeharto, yang
mengisyaratkan agar ia keluar saja dari militer. “Itu lebih baik bagi
ABRI,” kata Pak Harto, sekitar dua bulan sebelum keputusan itu. Sejak
lengser dari posisi presiden, 21 Mei 1998, hubungan antara Prabowo dan
mertuanya merenggang. Dia dianggap berkoalisi dengan Habibie untuk
menekan Soeharto agar lengser, menilik situasi yang makin panas di
masyarakat.

Keyakinan Prabowo makin kuat saat bertemu dengan mantan pangab
Jenderal TNI (Purn.) L.B. Moerdani, pada satu acara, tak lama sebelum
DKP mengakhiri pemeriksaannya. Di situ, Benny memberi sinyal yang
sama. Karier Prabowo di militer sudah tamat. “Jadi, keputusan untuk
menyingkirkan saya sudah jatuh sebelum DKP dibentuk,” tutur mantan
danjen Kopassus ini. DKP dibentuk untuk mengusut dugaan keterlibatan
sejumlah perwira tinggi ABRI dalam kasus penculikan sembilan aktivis.
Sanksi diberhentikan dari karier militer, bahasa halus untuk dipecat,
cuma milik Prabowo. Mantan danjen Kopassus Mayjen TNI Muchdi P.R.,
penerus posisi Prabowo yang diangkat jadi pangkostrad, pada 20 Maret
1998, cuma dicopot dari jabatannya. Status militer tetap. Begitu juga
Kolonel Chairawan, mantan komandan grup IV Kopassus.

Prabowo pasrah. “Ini risiko jabatan sebagai komandan,” katanya.
Penangkapan aktivis terjadi kala ia masih menjabat danjen Kopassus.
Dalam pemeriksaan terbukti, Tim Mawar yang beranggotakan 11 prajurit
Kopassus pimpinan Sersan Mayor Bambang Kristiono mengaku “mengamankan”
sembilan aktivis itu, untuk melempangkan jalan bagi SU MPR 1998. Yang
dia sesalkan, keputusan DKP justru tak pernah diterimanya langsung.
Keesokan harinya, Prabowo menghadap ke Mabes ABRI, menanyakan ihwal
keputusan itu. Dia bertemu Kasum ABRI Letjen TNI Fahroel Rozi, salah
seorang anggota DKP, yang lantas menganjurkan Prabowo bertemu Panglima
ABRI Jenderal TNI Wiranto.

Kesempatan diberikan keesokan hari, Kamis, 27 Agustus 1998. Pertemuan
itu cuma berlangsung 10 menit. Mengenang pertemuan tersebut, Prabowo
mencatat reaksi Wiranto membingungkan. Panglima ABRI ini bersikap
seolah-olah tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Prabowo. “Kamu
kan tahu kondisinya,” begitu ucapan Wiranto kepada Prabowo. Prabowo
pun tak mau berbasa-basi. “I don’t like it,” katanya. Seraya menatap
mata Wiranto, Prabowo minta maaf atas kesalahan yang dibuatnya selaku
prajurit ABRI. Prabowo juga pamit untuk ke luar negeri, melaksanakan
umrah dan berobat. “Saya sering mengalami kecelakaan dalam bertugas.
Karena itu, saya akan menggunakan kesempatan ke luar negeri untuk
berobat di Jerman,” kata Bowo, panggilan akrabnya. Dia juga minta
tolong agar surat pensiunnya dari ABRI segera dikeluarkan agar dirinya
bisa membantu adiknya, Hashim Djojohadikusumo berbisnis di Timur
Tengah. “Saya kan perlu mencari nafkah,” ujar Bowo. Surat pensiun itu
akhirnya diteken pada 20 November 1998, sementara TGPF menyampaikan
laporannya pada 3 November 1998 Itulah pertemuan terakhir dengan
Wiranto. Setelah itu, sambil mengantar anak dan istrinya, yang hendak
ke AS, Prabowo berpamitan ke Pak Harto di Cendana.

Kini, setahun lebih berlalu. Langkah Prabowo jadi pebisnis makin
mantap. Penampilannya tampak lebih santai dan terbuka. Prabowo yang
kini memakai kacamata baca itu kelihatan lebih gemuk. “Pakai kacamata
biar tampak lebih intelek,” kata Bowo sambil terbahak. Perjalanan
bisnisnya membuat ia sering mampir ke negara tetangga, bertemu relasi
setempat, pun kawan-kawan dari Indonesia.

Kamis (14 Oktober) lalu, ia mampir sehari ke Bangkok dalam
perjalanannya ke Boston, AS, untuk acara keluarga. Di Bangkok, Prabowo
sempat berbincang-bincang dengan empat wartawan dari Indonesia,
termasuk dari Panji. Penulis berkesempatan ngobrol blak-blakan dengan
Prabowo Rabu malam, dilanjutkan Kamis pagi hingga malam harinya. Ia
didampingi Fadli Zon. Sejumlah pertanyaan Panji dijawabnya dengan
terbuka meski pada beberapa poin ia minta nirwarta (off the record).
“Saya tak ingin menimbulkan perpecahan dan perasaan tidak enak pada
siapa pun,” kata Bowo.

Soal surat Muladi kepada Komnas HAM. Anda sebenarnya diberhentikan
karena kasus penculikan atau kerusuhan 13-14 Mei 1998?

Itulah yang saya bingung. Saya diperiksa oleh DKP beberapa kali.
Mungkin tiga atau empat kali. Dan semua pertanyaan saya jawab. DKP itu
kan khusus menyelidiki soal penculikan sembilan aktivis. Saya pribadi
tidak suka menggunakan istilah penculikan karena itu kan kesalahan
teknis di lapangan. Niat sebenarnya adalah mengamankan aktivis
radikal agar tidak mengganggu rencana pelaksanaan SU MPR 1998. Bahwa
kemudian anak buah saya menyekap lebih lama sehingga dikatakan
menculik, itu saya anggap kesalahan teknis. Tanggung jawabnya saya
ambil alih.

Di DKP apakah ditanyai soal pemberi perintah penculikan?

Tentu. Tapi perintah menculik tidak ada. Yang ada operasi intelijen
untuk mengamankan aktivis radikal itu. Sebab saat itu kan sudah
terjadi ancaman peledakan bom di mana-mana. Dalam DKP saya kemukakan
bahwa perintah pengamanan itu tidak rahasia. Mereka, para jenderal
yang memeriksa saya pun tahu. Itu dari atasan dan sejumlah instansi,
termasuk Kodam dilibatkan.

Benarkah Anda mendapat daftar 28 orang yang harus `diamankan’ dalam
konteks SU MPR?

Wah, dari mana Anda tahu? Tapi saya memang terima satu daftar untuk
diselidiki. Jadi, untuk diselidiki. Bukan untuk diculik.

Dari siapa Anda terima daftar itu?

Saya tidak bisa katakan. Semua sudah saya katakan di DKP. Kita ini
kan harus menjaga kehormatan institusi ABRI. Keterangan saya di DKP
ada rekamannya.

Benarkah daftar itu Anda terima langsung dari RI 1, yakni presiden
saat itu, Soeharto?

Saya sulit menjawab. Kepada Pak Harto saya sangat hormat. Beliau
panglima saya. Kepala negara saya. Bahkan, lebih jauh lagi, beliau
mertua saya, kakek dari anak saya. Bayangkan sulitnya posisi saya.
Tapi semua itu sudah saya sampaikan ke DKP.

Anda tidak tanya pada Pak Harto daftar itu didapat dari mana?

Tentu saya tanya.

Pak Harto ngomong apa pada Anda waktu memberikan daftar itu?

Ha…ha…ha…. Pertanyaan bagus, tetapi sulit dijawab.

Kapan Anda terima daftar itu dari Pak Harto?

Beberapa hari setelah ledakan bom di rumah susun Tanah Tinggi.

Apakah nama 14 aktivis yang sampai kini belum ketahuan rimbanya ada di
situ?

Saya lupa. Mungkin tidak. Itu daftar kan kalau saya tidak salah
didapat dari rumah susun Tanah Tinggi. Jadi macam-macam nama orang
ada di situ. Akan halnya enam aktivis, Andi Arief dkk., itu ada dalam
daftar pencarian orang (DPO), yang diberikan polisi. Yang tiga, Pius
Lustrilanang, Desmond J. Mahesa, dan Haryanto Taslam, itu kecelakaan.
Saya tak pernah perintahkan untuk menangkap mereka. Semua mencari
mereka yang ada dalam DPO itu. Kita dapat brifing terus dari Mabes
ABRI. Kita selalu ditanyai. Sudah dapat belum Andi Arief. Tiap hari
ditanya. Sudah dapat belum si ini… begitu. Kejar-kejaran semua.
Itu pun, maaf ya, meski saya tanggung jawab, saya tanya anak-anak. Eh,
kalian saya perintahkan nggak? BKO sampai nyebrang ke Lampung segala.
Mereka ini namanya mau mencari prestasi. Tapi saya puji waktu mereka
dapat. Mereka kan membantu polisi yang terus mencari-cari anak-anak
itu. Soalnya Andi Arief kan dikejar-kejar.

Selain Anda, siapa lagi yang menerima daftar itu dari Pak Harto?
Apakah betul Kasad Jenderal Wiranto dan pangab saat itu, Jenderal
Feisal Tanjung menerima daftar serupa?

Yang bisa saya pastikan, saya bukan satu-satunya panglima yang
menerima daftar itu. Pimpinan ABRI lainnya juga menerima. Dan daftar
itu memang sifatnya untuk diselidiki. Perintahnya begitu. Seingat
saya, Pak Harto sendiri sudah mengakui kepada sejumlah menteri bahwa
itu adalah operasi intelijen. Di kalangan ABRI, sudah jadi
pengetahuan umum. Tapi, sudahlah, kalau bicara Pak Harto saya sulit.
Apalagi saya tak mau memecah-belah lembaga yang saya cintai, yakni
ABRI, khususnya TNI.

Bukankah hubungan Anda dan Pak Harto belakangan retak?

Itu benar dan sangat saya sesalkan. Mungkin ada yang memberikan
masukan kepada Pak Harto, seolah-olah saya sudah tidak loyal kepada
beliau. Saya dikatakan sudah main mata dengan Pak Habibie dan karena
itu menyarakan agar Pak Harto lengser pada pertengahan Mei. Mungkin
itu yang membuat Pak Harto marah kepada saya. Ironis, bukan? Oleh
masyarakat saya dianggap sebagai status quo karena menjadi bagian dari
Pak Harto. Saya tidak menyesal. Memang saya menikah dengan putrinya.
Tapi Pak Harto sendiri, dan keluarganya, justru marah kepada saya.

Benarkah Anda mengusulkan agar Pak Harto lengser?

Ya. Malah sebelum Pak Harto mundur, setelah terjadi peristiwa
Trisakti, saya pernah mengatakan kepada seorang diplomat asing.
Tampaknya Pak Harto akan mundur. Eskalasi situasi dan peta geopolitik
saat itu menghendaki demikian. Saya juga kemukakan ini sehari setelah
Pak Harto kembali dari Kairo (15 Mei 1998, Red.). Aaplagi Pak Harto di
Kairo memang mengisyaratkan kesediaan untuk lengser. Mungkin ada yang
tidak suka saya bicara terbuka. Tapi saya biasa bicara apa adanya dan
terus terang. Saya tidak suka basa-basi. Mungkin di situ
masalahnya.

Kenapa akhirnya Anda mengambil tanggung jawab penculikan sembilan
aktivis?

Di situ saya merasa agak dicurangi dan diperlakukan tidak adil.
Mengamankan enam orang ini kan suatu keberhasilan. Wong orang mau
melakukan aksi pengeboman, kita mencegahnya. Mereka merakit 40 bom.
Kita mendapatkan 18, ada 22 bom yang masih beredar di masyarakat.
Katanya yang 22 itu sudah dibawa ke Banyuwangi. Bom yang meledak di
rusun Tanah Tinggi dan di Demak, Jawa Tengah itu kan karena anak-anak
itu, para aktivis, nggak begitu ahli merakit bom. Jadi, kurang
hati-hati, salah sentuh, meledak. Di Kopassus pun tidak sembarang
orang bisa merakit bom. Tidak semua orang bisa. Ini ada
spesialisasinya. Saya tidak bisa bikin bom. Jadi kita ini mencegah
peledakan bom di tempat-tempat strategis dan pembakaran terminal. Kita
harusnya dapat ucapan terima kasih karena melindungi hak asasi
masyarakat yang terancam peledakan itu. Soal tiga orang, memang
kesalahan. Saya minta maaf pada Haryanto Taslam dan yang lain. Tapi
dia juga akhirnya terima kasih. Untung yang menangkap saya. Kan hidup
semua. Saya mau bertemu mereka.

Anda pernah berpikir tidak bahwa dokumen atau daftar yang berasal dari
rusun Tanah Tinggi itu buatan pihak yang berniat jahat?

Belakangan saya berpikir juga. Jangan-jangan dokumen itu bikinan.
Dalam dokumen itu, seolah-olah ada rapat di rumah Megawati. Saya
nggak bisa dan tidak mau menyalahkan anak buah. Saya katakan kepada
mereka, you di pengadilan mau ngomong apa aja deh, saya akan ikuti.
Saya diadili juga siap. Saya bilang, Haryanto Taslam saya perintahkan
nggak untuk ditangkap? Tidak ada. Tapi saya ambil alih tanggung
jawab. Di DKP pun saya katakan bahwa anak-anak itu tidak bersalah.
Mereka adalah perwira-perwira yang terbaik. Saya tahu persis karena
saya komandan mereka. Cek saja rekamannya di DKP. Tapi bahwa mungkin
mereka salah menafsirkan, terlalu antusias, sehingga menjabarkan
perintah saya begitu, ya bisa saja. Atau ada titipan perintah dari
yang lain, saya tidak tahu. Intinya, saya mengaku bertanggung jawab.

Apa memang ada pihak yang ikut nimbrung saat itu memberikan perintah?

Bisa saja. Saya tidak tahu. Tapi tetap apa yang sudah terjadi adalah
tanggung jawab saya. Tetap itu anak buah saya. Saya kan mesti
percaya sama anak buah. Makanya saya nggak apa-apa diberhentikan.
Saya nggak heran. Ini risiko saya. Iya kan?

Tapi kalau kemudian saya sudah berhenti, masih diisukan ini, itu,
dibuat begini, begitu. Ah…, saya merasa dikecewakan oleh Pak
Wiranto. Saya merasa harusnya dia tahu situasinya saat itu
bagaimana. Dia tahu kok ada perintah penyelidikan itu. Begitu dia
jadi pangab, saya juga laporkan, sedang ada operasi intelijen, sandi
yudha, begini, begitu. Kepada beberapa menteri Pak Harto ngomong bahwa
itu operasi intelijen. Tapi begitu Pak Harto tidak berkuasa,
situasinya dimanfaatkan oleh perwira yang ingin menyingkirkan saya.

Apa betul AS berkepentingan agar Anda dipecat?

Tidak tahu. Tapi Cohen (Menhan AS William Cohen, Red.) kan ketemu
saya juga.

Perintahnya menyelidiki kok bisa kepeleset menculik. Bagaimana itu?

Ya. Tapi dalam operasi intelijen itu kan biasanya kita ambil,
ditanyai, dan kalau bisa terus dia berkerja untuk kita. Kan begitu
prosedurnya. Sudahlah, itu kesalahan teknis, yang kemudian
dipolitisasi. Dan memang waktu itu saya harus dihabisi. Dulu Jenderal
Soemitro dituduh terlibat Malari, mau menyaingi Pak Harto. Pak H.R.
Dharsono dituduh terlibat kasus Tanjung Priok. Itu politik. Yang
kemudian naik orang yang nggak bisa apa-apa, nggak pernah bikin
inisiatif dan karenanya tidak pernah bikin salah. Lihat Prancis, itu
kan negara yang menjunjung tinggi hak sasai manusia. Tapi, dia
ledakkan kapal Greenpeace yang mau masuk ke perairan nasionalnya.
Kalau sudah kepentingan nasional dia ledakkan itu.

Anda kan lama di luar negeri, besar di negara yang liberal, dan
menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kok Anda tetap mentolerir gaya
penangkapan atau penculikan itu? Bukankah itu menjadi sorotan dunia
internasional terhadap penegakan HAM di Indonesia?

Benar. Begini, secara moral, saya tidak salah karena orang-orang itu
berniat berbuat kejahatan yang bertentangan dengan hak-hak asasi
manusia. Menurut saya membuat aksi pengeboman, membakar terminal,
untuk mengorbankan orang-orang tidak berdosa. Mereka justru
membahayakan hak asasi manusia orang lain. Tidak bisa dong. Kalau
you berbeda dalam politik, you bertempur lewat partai politik. Jangan
bikin aksi teror.

Informasi soal rencana pengeboman itu didapat dari interogasi, bukan
kita ngarang. Dapat keterangan dari mereka. Anda dengar ancaman bom
tiap minggu. Seluruh bank tutup, BI tutup. Korban kepada bangsa
bagaimana. Itu aksi destabilisasi. Jadi, jangan salah, untuk
menegakkan demokrasi, kita justru harus menjaga keamanan. Tidak bisa
demokrasi tanpa keamanan. Itu duty kita, panggilan kita. Tapi,
lawan-lawan saya lebih kuat. Punya media massa, punya kemampuan untuk
perang psikologi massa.

Kok Anda dulu tidak segera membantah kalau memang merasa tidak
bersalah?

Hashim memang menyuruh saya. Kamu harus jawab dong. Saya malas juga.
Saya kan tidak berbuat. Saya percaya kebenaran akan muncul. Hashim
bilang, “Tidak bisa dong kalau kamu diam berarti kamu mengakui itu
benar.” Memang ada teori itu. Teori pengulangan kebohongan. Kalau
diulang-ulang terus, orang jadi percaya. Itu teori yang digunakan
Hitler kepada rakyat Jerman.

Anda tidak mau nuntut soal pemecatan itu karena tidak ingin
mempermalukan Pak Harto?

Benar, terutama itu. Juga tak ingin mencemari institusi ABRI,
khususnya TNI AD. Bagaimanapun juga Pak Harto jenderal bintang lima.
Ini kan tidak baik dalam iklim dan budaya bangsa Indonesia. Apa pun
yang terjadi. Ada masalah dilematis, bagaimanapun dia kakek dari anak
saya. Itu yang dilematis. Walaupun dia kemudian membenci saya.

Sebelumnya, Prabowo merasa diperlakukan tidak adil kala dipaksa
menyerahkan jabatan sebagai pangkostrad pada 22 Mei 1998. “Saya tak
sempat membuat memorandum serah terima jabatan. Istri saya, ketua
Persit pun, tak sempat serah terima. Setahu saya, dalam sejarah ABRI,
belum pernah ada perwira tinggi dipermalukan oleh institusinya,
seperti yang saya alami,” kata Bowo. Dia memang digeser saat situasi
politik gojang-ganjing dan Soeharto baru
lengser pada 21 Mei 1998. Dugaan yang beredar saat itu, Bowo diganti
karena dianggap hendak melancarkan kudeta kepada Habibie. Malam itu,
sesudah pergantian presiden pagi harinya, situasi Jakarta memang
genting. Sejumlah pasukan berseragam loreng tampak di seputar wilayah
Istana Negara, Monas, Jakarta.

Dugaan terjadi pengepungan Istana sempat dibantah habis-habisan oleh
Mabes ABRI. Padahal, sejumlah media massa memberitakannya. Kemudian,
pada 22 Februari 1999, di depan sejumlah eksekutif pers dalam forum
Asia-German Editors, di Istana Merdeka, Presiden Habibie bercerita
soal pengepungan itu. Habibie mengaku keluarganya terancam malam itu,
dan nyaris diungsikan. “Tidak usah ditutup-tutupi, kita tahulah yang
memimpin konsentrasi pasukan itu, orangnya Prabowo Subianto,” kata
Habibie berapi-api. Dia mengaku diberi tahu Wiranto. Pers geger.
Prabowo saat itu sudah di luar negeri. Lewat kawan dekatnya, ia
membantah.

Dan, dua hari kemudian, dalam sidang di Komisi I DPR RI, Jenderal
Wiranto membantah ucapan Habibie. Menurutnya, itu bukan konsentrasi
pasukan, melainkan konsolidasi. Tak ada yang berniat kudeta saat itu.
Anehnya, Habibie tak bereaksi atas bantahan Wiranto itu. Sehingga
publik makin bingung, mana yang benar, ucapan Habibie atau Wiranto.
Benarkah Habibie dapat masukan dari Wiranto? Sebab dalam satu
pertemuannya dengan tokoh Dewan Dakwah Islamiyah, 30 Juni 1998,
Habibie mengaku diberi tahu soal konsentrasi pasukan itu oleh Letjen
TNI Sintong Panjaitan, orang dekat Habibie yang kini menjabat
sesdalopbang.

Setelah berkelana di luar negeri, ketenangan Prabowo terusik oleh
ucapan Habibie itu, yang dikutip oleh pers luar negeri pula. Tapi,
bantahan Wiranto cukup menenangkannya. “Pak Wiranto harus membantah
karena memang apa yang diucapkan Habibie tidak benar,” kata Bowo.
Menurutnya, semua panglima saat itu menerima perintah dari Mabes
ABRI. Saat situasi genting, ada pembagian tugas, bahwa Kopassus
dipasrahi mengawal presiden dan wakil presiden, sedangkan Kostrad
diminta menjaga objek vital dan strategis. Kata Prabowo, untuk
melaksanakan perintah Mabes ABRI itulah sejumlah pasukan berada di
sekitar kawasan Istana dan Monas. “Pak Wiranto tahu persis bahwa
perintah itu ada. Saksinya banyak, para panglima komando,” kata Bowo

Dalam pemeriksaan di TGPF, ada kesan kegiatan Anda pada 13 Mei 1998
tidak diketahui. Muncul kecurigaan, Anda sedang apa saat itu? Apa sih
yang Anda lakukan hari itu?

Saya mulai dari 12 Mei 1998. Malam itu, pukul 20.00 wib, ketika di
rumah Jl. Cendana No. 7, saya ditelepon Sjafrie (pangdam Jaya saat
itu, Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin). Kata dia, “Gawat nih Wo, ada
mahasiswa yang tewas tertembak.” Saya lalu bergegas ke Makostrad. Saya
sudah antisipasi, besok pasti ramai. Maka pasukan saya konsolidasi.
Kalau perlu tambahan pasukan kan mesti disiapkan tempatnya. Mau
ditaruh di mana mereka. Malam itu saya terus memantau situasi. Lalu,
terpikir oleh saya, kelanjutan rencana acara Kostrad di Malang pada 14
Mei 1998. Rencananya inspektur upacara adalah Pangab Wiranto.
Pangkostrad juga harus hadir. Kalau ibu kota genting, apa kita masih
pergi juga?

Keesokan harinya, sejak pukul 08.00 wib, saya mengontak Kol. Nur Muis
dan menyampaikan usulan agar acara di Malang ditunda. Atau, kehadiran
pangab dibatalkan saja karena situasi ibu kota genting. Biar saya
saja yang berangkat. Jawaban dari Pak Wiranto yang disampaikan lewat
Kol. Nur Muis, acara tetap berlangsung sesuai rencana. Irup tetap Pak
Wiranto dan saya selaku pangkostrad tetap hadir. Beberapa opsi usulan
saya tawarkan kepada Pak Wiranto, yang intinya agar tidak meninggalkan
ibu kota, karena keadaan sedang gawat. Posisi terpenting yang harus
diamankan adalah ibu kota. Tapi, sampai sekitar delapan kali saya
telepon, keputusan tetap sama. Itu terjadi sampai malam hari.

Jadi, pada 14 Mei, pukul 06.00 wib kita sudah berada di lapangan Halim
Perdanakusumah. Saya kaget juga. Panglima utama ada di sana. Danjen
Kopassus segala ikut. Saya membatin, sedang genting begini kok seluruh
panglima, termasuk panglima ABRI malah pergi ke Malang. Padahal,
komandan batalion sekalipun sudah diminta membuat perkiraan cepat,
perkiraan operasi, begini, lantas bagaimana setelahnya. Tapi, ya
sudah, saya patuh saja pada perintah. Saya ikut ke Malang.

Kembali ke Jakarta sekitar pukul 11.00 wib. Ketika hendak mendarat di
Halim, ibu kota terlihat diselimuti asap hitam. Selanjutnya, seperti
telah ditulis di berbagai media massa, saya membantu mengingatkan
Sjafrie perlunya mengamankan ibu kota lewat patroli dengan panser di
sepanjang Jl. Thamrin. Malam harinya, saya bertemu dengan sejumlah
orang di Makostrad. Itu yang kemudian dituduh mau merencanakan
kerusuhan. Padahal, di tengah jalan sore itu saya ditelepon, karena
Setiawan Djodi dan Bang Buyung Nasution ingin bertemu. Ternyata sudah
ada beberapa orang di kantor saya, ada Fahmi Idris, Bambang
Widjojanto, dan beberapa orang lain. Itu pertemuan terbuka,
membicarakan situasi yang terakhir. Bang Buyung dominan sekali malam
itu. Dia banyak bicara. Acara ditutup makan malam dan kemudian kami
ada rapat staf di Mabes.

Kalau kemudian surat Muladi mengatakan saya bersalah karena gagal
menjaga keselamatan negara sehingga menimbulkan kerusuhan 13-14 Mei,
bagaimana ceritanya.

Pangkoops, selaku penanggung jawab keamanan ibu kota adalah Pangdam
Sjafrie?

Mestinya iya. Penanggung jawab yang lebih tinggi ya panglima ABRI.

Dalam pemeriksaan di TGPF, mantan Ka BIA Zacky Makarim, konon
mengatakan bahwa sebulan sebelum peristiwa Trisakti, ada perkiraan
situasi intelijen versi Anda, yang mengatakan, eskalasi meningkat dan
dikhawatirkan akan ada martir di kalangan mahasiswa. Bagaimana Anda
sampai pada kesimpulan itu?

Situasinya memang demikian. Aksi mahasiswa kan bukan cuma di Jakarta,
melainkan meluas ke daerah. Di Yogyakarta, aksi mahasiswa malah sempat
bentrok. Berdasarkan analisis situasi, saya mengingatkan kemungkinan
adanya eskalasi yang memanas dan kalau aksi mahasiswa meluas, bukan
tidak mungkin jatuh korban atau ada pihak-pihak yang ingin ada korban
di pihak mahasiswa. Itu saya ingatkan.

Tapi, justru Anda dituduh bertanggung jawab atas penembakan mahasiswa
Trisakti?

Iyalah. Saya ini selalu dituduh. Apa untungnya bagi saya membuat
jatuh korban? Saat itu kan presidennya Pak Harto. Mertua saya. Saya
bagian dari status quo itu. Kan begitu tuduhannya. Masak saya
membuat situasi agar Pak Harto jatuh. Pak Harto jatuh kan saya jatuh
juga. Sejarah kan begitu kejadiannya.

Mungkin Anda ingin menunjukkan bahwa Wiranto tidak kapabel mengamankan
Jakarta?

Tidak ada alasan juga. Motifnya tidak ada.

Bukankah Anda pernah disebut-sebut minta jabatan pangab dan katanya
dijanjikan Habibie untuk jadi pangab?

Lebih dari tiga kali Habibie mengatakan kepada saya. “Bowo, kalau
saya jadi presiden, you pangab.” Itu faktanya. Habibie bahkan
mengatakan saya ini sudah dianggap anak ketiganya. Saya memang dekat
dengan Habibie, karena saya mengagumi kepandaiannya, visinya.
Meskipun sekarang saya kecewa karena dia menuduh saya berbuat sesuatu
yang bohong. Saya merasa dikhianati. Bahwa saya ingin jadi pangab,
apakah itu salah. Setiap prajurit, tentara, tentu bercita-cita
menjadi pangab. Why not? Saya tidak pernah menyembunyikan itu. Bahwa
kemudian dipolitisasi, seolah-olah pada saat genting, saat pergantian
kepemimpinan 21 Mei 1998 itu, saya minta jadi pangab, silakan saja.
Tapi, saya tak pernah minta jadi pangab kepada Habibie.

Benar tidak Anda pernah didesak jadi pangab sekitar 19-20 Mei itu?

Ada yang mendesak. Bahkan ada yang mengusulkan agar saya mengambil
alih situasi. Saya tolak. Saya orang yang konstitusional. Wapres
masih ada dan sehat. Menhankam/Pangab masih ada. Tidak ada alasan
untuk mengambil alih. Kalau saya melakukan kudeta, setelah itu mau
apa? Inkonstitusional, tidak demokratis, dan lebih berat lagi, secara
psikologis saya ini kan terkait dengan keluarga Pak Harto. Kalau Pak
Harto sudah menyerahkan ke Habibie, masak saya mau kudeta? Di luar itu
semua, yang terpenting, saya berasal dari keturunan keluarga pejuang.
Anda tahu paman saya gugur sebagai pahlawan muda. Kakek saya pejuang.
Moyang saya, selalu berjuang melawan penjajah kolonial Belanda.
Bagaimana mungkin saya menodai garis keturunan yang begitu saya
banggakan, dengan berpikir mengambil alih kekuasaan secara
inkonstitusional.

Ketika Habibie mengatakan Anda datang menemui Habibie pada 22 Mei
1998, benarkah Anda membawa senjata dan pasukan sehingga Habibie
merasa terancam?

Senjata saya tanggalkan di depan pintu. Jangankan menghadap presiden,
wong menghadap komandan kompi saja senjata harus dicopot. Bohong
besar berita yang mengatakan saya hendak mengancam Habibie.

Jujur saja, kalau memang saya ingin, bisa saja. Jangan meremehkan
pasukan Kopassus, tempat saya dibesarkan. Ingat, Pak Sarwo Edhi
(almarhum) hanya butuh dua kompi untuk mengatasi situasi saat
G-30-S/PKI. Dan anak buah saya memang ada yang sakit hati saya
diberhentikan seperti itu. Pataka komando hendak diambil begitu saja
tanpa sepengetahuan saya. Saya datang ke Habibie karena sebelumnya
dia selalu berkata. “Bowo, kalau ada keragu-raguan, jangan
segan-segan menemui saya.” Itulah yang saya lakukan. Menemui Habibie
untuk bertanya apakah betul dia ingin mengganti saya dari jabatan
pangkostrad. Habibie bilang turuti saja perintah atasan. Ini kemauan
ayah mertua kamu juga. Jadi, Pak Harto memang minta saya diganti.

Soal anggapan bahwa para jenderal ingin menyingkirkan Anda, apakah ini
disebabkan oleh sikap Anda sebelumnya yang disebut arogan, karena
dekat dengan pusat kekuasaan?

Saya akui, itu ciri khas. Dan itu jadi senjata buat yang ingin
menjatuhkan. Tapi kita lihat kepemimpinan itu dari output. Bisa
tidak meraih prestasi kalau prajuritnya tak semangat. Semangat itu
tidak bisa dibeli dengan uang. Kadang-kadang mereka mau mati karena
bendera. Kain itu harganya berapa? Tentara Romawi mati-matian demi
bendera. Itu kan kebanggaan. Bagaimana? Saya ciptakan teriakan,
berapa harganya? Saya dapatkan dari gaya suku dayak. Teriakan panjang
itu bisa membangkitkan semangat, mengurangi ketakutan, dan menakutkan
musuh. Pakai duit berapa? Tapi hal-hal ini tidak populer di mata the
salon officer. Apa nih Prabowo pakai nyanyi-nyanyi segala. Pakai
bendera, pakai teriakan. Kenapa orang fanatik membela sepakbola,
sampai membakar, ini psikologi massa. Masa kita mau mati karena uang?
Buat apa uangnya kalau kita harus mati.

Sebagai menantu presiden saat itu, tentu Anda lebih mudah naik pangkat
dibanding yang lain. Ini bikin cemburu juga kan?

Ya, tapi akses kepada penguasa politik. Itu wajar. Jenderal Colin
Powell, peringkat ke berapa dia bisa jadi pangab AS. Dia bekas
sekretaris militer Bush waktu jadi wakil presiden. Jadi, waktu Bush
jadi presiden, dia jadi pangab. Bahwa saya punya akses kepada penguasa
politik, saya sependapat. Tapi kan bukan hanya saya. Pak Wiranto kan
dari ajudan presiden. Langsung kasdam, langsung pangdam, langsung
pangkostrad. Itu kan tuduhan saja kepada saya. Coba dilihat berapa
kali saya VC (kontak senjata langsung di medan operasi), berapa kali
bertugas di daerah operasi, berapa kali tim saya di Kopassus merebut
kejuaraan, berapa kali operasi militer saya selesaikan, apa yang saya
buat di Mount Everest itu kan mengangkat bangsa. Berapa saya melatih
prajurit komando dari beberapa negara. Itu kan tidak dilihat. Yang
dicari cuma daftar dosa saya. Ya memang kalau you dalam keadaan kalah
politik, segala dosa bisa ditemukan. Dia keluar negeri nggak izin, dia
ini, dia itu. Semua bisa ketemu. Kalau menang? Itu kan politik.

Jordania, seolah menjadi negara ibu yang kedua bagi Letjen TNI (Purn.)
Prabowo Subianto. Di Amman, ibu kota Yordania yang terletak di
jazirah Arab, mantan pangkostrad ini tinggal di apartemen. Prabowo,
yang dicopot dari jabatan dan kariernya di ABRI, mengaku jatuh cinta
pada Jordania tanpa sengaja. “Saat saya disingkirkan oleh ABRI, oleh
elite politik di Indonesia, negeri ini menerima saya dengan baik,”
kata dia.

Persahabatannya dengan Raja Abdullah dimulai kala sang raja masih
pangeran dan menjadi komandan tentara Jordania. Mereka bertemu di AS,
tak lama setelah Prabowo selesai berobat di Jerman, setelah pensiun
dari militer tahun lalu. Pangeran Abdullah menyatakan simpati dan
mengundangnya mampir ke Amman.

Undangan itu dipenuhi Bowo. Pada hari dan jam yang ditentukan (sekitar
pukul satu siang), Prabowo berkunjung ke markas tentara pimpinan
Pangeran Abdullah. Terkejut dia karena untuk menyambut kehadirannya
telah disiapkan upacara penyambutan tamu secara militer. Padahal
Prabowo datang mengenakan busana kasual. Oleh anak buah Pangeran
Abdullah, Prabowo “dipaksa” menginspeksi pasukan. Di ujung barisan,
Pangeran Abdullah tampak tersenyum-senyum dan memeluk Bowo. “Di sini,
Anda tetap jenderal,” bisik Abdullah. Tak lama kemudian, menjelang
ayahnya, Raja Hussein mangkat, Abdullah dinobatkan sebagai putra
mahkota dan kemudian menjadi Raja Jordania.

Share

Mar 18

Sofjan Wanandi: Saya tidak bilang Prabowo akan usir orang Cina di Indonesia

 

20127190000a0asofyanwanandi

Artikel Asli:

http://gresnews.com/berita/Politik/936197-mungkinkah-ini-pelencengan-sejarah-98-sofyan-wanandi-bantah-tuding-prabowo-berencana-usir-etnis-tionghoa

Sofjan Wanandi bantah berkata Prabowo akan usir orang Cina. 

Sofjan Wanandi membantah ia pernah mengatakan kepada penulis Adam Schwarz bahwa ‘Prabowo berkata bahwa ia akan mengusir semua orang Cina meskipun hal itu akan membuat ekonomi Indonesia mundur 20-30 tahun.”

Schwarz adalah analis dari McKinsey Global Institute (MGI). Sejak 1997 ia menjadi koresponden Far Eastern Economic Review untuk wilayah Jakarta, Hongkong, Bangkok, dan Hanoi. Ia menulis buku A Nation in Waiting: Indonesia’s Search for Stability.

“Yang benar adalah Schawrz bertanya kepada saya, benarkah ekonomi Indonesia terpuruk pada 1997-1998 akibat ulah para etnis Tionghoa? Saya tak bilang Prabowo akan usir semua orang Cina. Mungkin Schwarts salah tangkap, dia salah persepsi,” kata pengusaha beretnis CIna itu ketika dikonfirmasi gresnews.com, Rabu (18/7) malam.

Kemarin, Gresnews.com menurunkan artikel berjudul The Vancouver Sun angkat isu Ahok & sentimen anti-CIna Prabowo Mei 98. “Ahok yakin itu masa lalu”. The Vancouver Sun, sebuah media berbasis di Kanada yang didirikan sejak 1912, pekan ini, mengeluarkan isu terkait dengan Pemilukada DKI Jakarta. Sudut pandangnya adalah peran Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyokong pasangan Joko “Jokowi” WIdodo- Basuki Tjahaja “Ahok” Purnama.

Melalui sebuah artikel berjudul Former hard man of Indonesia’s dictatorship on course to be elected president yang ditulis oleh Jonathan Manthorpe, seorang kolumnis dan koresponden internasional, Minggu, disinggung mengenai keterlibatan Prabowo pada kerusuhan Mei 1998 di Jakarta yang menyasar masyarakat Cina. Ahok adalah calon wakil gubernur DKI Jakarta yang berasal dari etnis CIna. “Prabowo memiliki rekam jejak kekerasa terhadap etnis CIna,” kata Jonathan.

Jonathan menulis, Prabowo, yang saat ini digambarkan sebagai pengusung suara kaum tertindas, pada Mei 1998 pernah melontarkan ajakan supaya rakyat bergabung dalam konfrontasi melawan para pengkhianat bangsa.

“Pasukan Prabowo terorganisir dan menyerang serta membakar sejumlah pusat bisnis Cina di Jakarta,” tulis Jonathan. DIperkirakan, kata Jonathan, 1.000 orang tewas dalam kerusuhan itu.

Jonathan lantas mengutip pernyataan Sofjan Wanandi, seorang pengusaha etnis Cina, dalam sebuah wawancara dengan penulis Adam Schwarz. “Prabowo pernah berkata bahwa ia akan mengusir semua orang Cina meskipun hal itu akan membuat ekonomi Indonesia mundur 20-30 tahun,” tulisnya.

Kutipan lengkap artikel yang ditulis oleh Jonathan adalah sebagai berikut: Sofyan Wanandi, a leading ethnic Chinese businessman, recounted in an interview with Author Adam Schwarz how Prabowo once said to him he was prepared to drive all Chinese out of the country, even if that sets the economy back 20 or 30 years.

Dimintai pendapatnya mengenai artikel tersebut, Sekretaris fraksi Gerindra Edy Prabowo mengaku tak ingin buang-buang energi menanggapi tulisan itu.

“Pak Prabowo selalu dirugikan, kita selalu dirugikan. Semua mata mencoba memahami tulisan-tulisan yang menghujam dia, tapi kok tidak mau memahami penilaian Pansus kasus Trisakti dan Mei ’98 yang memutuskan bahwa Prabowo tidak terlibat,” kata Edy kepada Gresnews.com.

Redaktur: Angiola Harry

Share

Mar 17

Apa yang sesungguhnya terjadi di Kraras? (Tamalia Alisjahbana)

Apa yang terjadi sesungguhnya di Kraras?

Tamalia Alisjahbana

 

Artikel asli:

- http://www.thejakartapost.com/news/2014/01/21/what-really-happened-kraras.html

 

Artikel yang dibuat oleh Aboeprijadi Santoso pada 20 Desember 2013, dalam harian Jakarta Post mengatakan bahwa mantan komandan komando pasukan khusus (Kopassus), Jen. Prabowo Subianto, bertanggung jawab atas pembunuhan pemimpin Timor Timur yang ia undang untuk menemuinya tanpa senjata, dan juga pembantaian di Kraras.

Saya tidak suka berbicara tentang Kraras. Itu adalah sebuah lembaran hitam dalam sejarah kita, tetapi mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk membuka apa yang sebenarnya terjadi saat itu.

Ibunda saya adalah seorang Jerman, itu berarti ia adalah seorang yang mempunyai banyak rasa bersalah.

Ketika Adolf Hitler berkuasa, ibunda saya sedang berada di sekolah menengah atas. Ia bukanlah seorang Nazi dan tidak berpartisipasi dalam pembunuhan yang terjadi, tetapi sebagai anak kecil saya mendengar bahwa rakyat harus bertanggung jawab secara komunitas atas apa yang pemerintah bangsanya lakukan.

Saya menemukan adalah sangat susah bagi ibu saya untuk menanggung rasa bersalah atas apa yang dilakukan oleh para perwira Jerman ketika kejadian itu.

Waktu saya bertanya kepada Moctar Lubis: “Jika sebuah negara melakukan sesuatu, dan ada seseorang yang tidak setuju terhadap apa yang negaranya lakukan, apakah orang itu harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan negaranya?”

 

Dia menjawab: “saya hanya bisa menjawab untuk diri saya sendiri. Bagi saya, itu berarti saya harus masuk ke dalam penjara dan menutup surat kabar saya, tetapi semua orang harus menentukan jawabannya sendiri.”

 

Di akhir tahun 1995, saudara saya dan saya semangat sekali berdiskusi tentang buku yang mengulas peristiwa Timor timur dan tanggung jawab bersama rakyat. Saudara laki- laki saya berkata kita semua bertanggung jawab sebagai negarawan untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi.

 

Dalam buku itu disebutkan Prabowo terlibat dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia. Lalu, saya juga mendengar cerita tentang Prabowo mengundang seorang pemberontak Timor untuk datang dari gunung dan menemuinya tanpa senjata, tujuannya untuk bernegosiasi, tetapi Prabowo menembaknya, dan ia juga bertanggung jawab atas pembantaian di Kraras.

 

Saya telah mengenal Prabowo dari waktu ia muda dan saya kira tuduhan yang dilayangkan kepadanya sangat tidak sesuai dengan Prabowo yang saya kenal. Satu kali saya menerima surat darinya ketika ia masih seorang perwira, ia menulis: “Oh Tamalia, saya sangat ingin melakukan hal baik, dan jadi orang baik.

 

“Saya telah menerima begitu banyak kebaikan dari negara saya, keistimewaan, saya merasa ini saatnya untuk berkontribusi kepada bangsa ini.

“ Itulah mengapa saya bergabung dengan militer, karena melalui militer saya bisa berjuang untuk kekuatan dan dengan kekuatan saya bisa melakukan hal-hal baik.” Itulah Prabowo yang saya kenal- apakah ia telah berubah begitu drastis?

Saya sudah tidak bertemu dengan Prabowo selama 20 tahun lamanya, tetapi saya ingat kata-kata saudara laki-laki saya, untuk itu saya bertamu ke cipinang setiap minggu untuk mengunjungi tahanan politik.

Saya tidak sadar bahwa pimpinan Timor timur, Xanana Gusmao adalah salah satu dari tahanan tersebut, tetapi perlahan saya mulai mengenalnya.

Pada tahun 1998, pemerintahan Soeharto jatuh dan jurnalis dari seluruh dunia datang ke Ibukota, karena sepertti yang dikatakan Frank Langfitt, “Seluruh dunia mencintai cerita tentang seorang diktator yang digulingkan.”

Frank sewaktu itu bekerja di Baltimore Sun, dan saya adalah penerjemahnya. Kami pergi ke tempat di mana terjadi peristiwa penting, tetapi setelah Soeharto mudur, Frank berkata atasannya ingin dia pergi ke provinsi-provinsi untuk melihat bagaimana reaksi rakyat terhadap jatuhnya Soeharto. Saya menyarankan dia untuk pergi ke Timor timur.

Kami pergi ke penjara sebelum berangkat, dan Xanana memberikan kami informasi orang yang bisa ditemui di Timor timur. Seorang wanita berina yang mengawasi anak yatim berkata: “Iya, Prabowo yang melakukan itu semua.” Tetapi ia berkata ia tidak pernah melihat langsung, hanya mendengar dari kerabat. “Jika anda mau berbicara dengan orang yang ada pada saat kejadian, maka bicaralah kepada Father Locatelli.”

Jadi kami mencari sang pendeta yang bernama Father Locatelli dan dia berkata: “Adalah benar bahwa Prabowo berhubungan dengan pemimpin Timor timur di gunung, dan ia meminta untuk bertemu tanpa senjata untuk bernegosiasi, tetapi ia tidak ditembak. Saya adalah orang yang berada di antara mereka, penyampai pesan, dan saya tahu Prabowo tidak bertanggung jawab atas penembakan itu. Anda harus ingat bahwa waktu itu ia masih seorang dengan jabatan rendah dan banyak yang tidak suka dengan apa yang ia lakukan. Saya mencoba memperingatinya, dan ketika orang itu terbunuh, ia ada di sebelahnya dengan kemarahan. Ia menulis kepada saya surat sepanjang 12 lembar.”

“Bagaimana dengan Kraras? Apakah ia bertanggung jawab atas pembunuhan massal di Kraras?”

Father Locatelli terlihat kaget. “Tidak, itu tidak berhubungan sama sekali dengannya. Ia berada di gunung, jauh dari tempat kejadian waktu itu.”

Sesudahnya, saya tahu bahwa waktu Prabowo turun dari gunung, ia berhasil menyelamatkan beberapa orang Kraras yang ditahan dan akan dibunuh. Untuk itu mereka mengadakan upacara kecil, sebagai tanda terima kasih.

Setelahnya sebuah desa janda terbentuk.

Kita semua bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Kraras tetapi Bapak Santoso, tanggung jawab yang diemban Prabowo sudah jauh lebih rendah dibanding kita.

Mungkin masyarakat yang ia selamatkan telah menjadi sumber kelegaan bagi Prabowo, dan mengurangi tanggung jawabnya atas peristiwa itu.

 

 

 

 

Share

Mar 17

Tanggapan Prabowo Subianto mengenai tuduhan peristiwa Kraras. (The Jakarta Post)

Artikel Asli:

- http://www.thejakartapost.com/news/2013/12/27/letter-editor-prabowo-clarifies.html

Saya menulis surat ini sebagai tanggapan untuk artikel yang berjudul “Apa saja yang terjadi di Kraras, Timor Leste. Pak Prabowo?” yang ditulis oleh Aboeprijadi Santoso, yang muncul dalam The Jakarta Post edisi 20 Desember.

 

Artikel tersebut dan tuduhan yang berhubungan dengan persitiwa tragis di Kraras, jelas merupakan serangan yang ditujukan secara pribadi kepada saya dan sepak terjang saya dalam dunia militer. Serangan tersebut tidak ada dasarnya, tidak pernah dibuktikan secara legal, dan merupakan laporan dari pihak ketiga – tidak juga dibuktikan oleh pihak Persatuan Bangsa Bangsa dan pihak berwenang di Timor Leste.

 

Sungguh mengagetkan bahwa isu ini, yang berhubungan dengan peristiwa 30 tahun lampau, dibangkitkan dan dipublikasikan di pers, 100 hari menjelang Pemilu legislatif, dan dikemas sedemikian rupa untuk menimbulkan keraguan kepada saya, sebagai salah satu calon Presiden yang paling diunggulkan.

 

Untuk itu saya akan membantah dengan keras, tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar, dan tidak pernah terbukti yang ada dalam artikel tersebut.

 

Izinkan saya bertanya. Jika saya memang bersalah dalam pembantaian tersebut, dan segala peristiwa yang serupa, bagaimana bisa saya diterima, bahkan berfoto bersama dalam pertemuan dan perbincangan dengan mantan presiden Timor Leste, Xanana Gusmao (April 20,2011), Lere Anan Timur (November 21, 2008) dan Mari Alkatiri (Juni 20,2013)?

 

Foto dan artikel tentang pertemuan tersebut juga dipublikasi the Jakarta Post, yang seharusnya sudah melakukan riset sebelum mempublikasian artikel dari Aboeprijadi.

 

Apakah Xanana dan pejuang Timor Leste, yang dulu merupakan musuh negara kita, mau berteman dengan seorang perwira Indonesia yang bertanggung jawab atas aksi kriminal terhadap penduduk?

 

Sekali lagi, saya tidak berada di sekitar tempat peristiwa “ Pembantaian Kraras” yang terjadi di Viqueque pada 8 Agustus, 1983. Saya juga ingin menantang siapa saja yang benar-benar bisa membuktikan bahwa saya memang bersalah dan memberi perintah untuk menyiksa dan membunuh rakyat Timor Leste.

 

Seperti yang saya katakan sebelumnya, PBB dan pihak berwenang Timor Leste belum pernah menggugat saya atas pelanggaran hak asasi manusia. Di dalam artikel tersebut, dibilang seperti ini “ […] semua telah mendengar tentang Prabowo, namun tidak ada yang melihatnya di area kejadian […]”,”tuduan atas beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia” dan “situasi yang berujung kepada kekerasan, tidak jelas asal usulnya”.

 

Jika faktanya belum jelas, apa gunanya mengingat kembali sebuah tragedy seperti itu dan menumpahkan semua kesalahan kepada sesorang yang sedang berusaha untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, selain untuk membawa bayangan hitam di atas kampanye yang sedang saya lakukan?

 

Faktanya, nama saya sudah dibersihkan dalam sebuah artikel investigasi yang dibuat oleh Jose Manuel Tesoro, yang dipublikasikan dalam Asiaweek edisi 13 Maret, tahun 2000, yang mengutip seperti ini:

 

Pertanyaannya adalah: Seberapa jauh Prabowo terlibat dalam peristiwa ini? Untuk mengumpulkan fakta terhadap tuduhan itu, Asiaweek menghubungi 4 organisasi masyarakat berbeda yang memang fokus mengamati kegiatan militer. Yaitu TAPOL di London, Solidamor di Jakarta, Yayasan HAK yang berpusat di Dili, dan East Timor Action Network (ETAN) di New York. Kami meminta laporan dari saksi, naskah dari komunikasi yang tersadap, dan laporan yang bocor, ataupun apa saja yang bisa membuktikan laporan ini, tetapi tidak satu pun bukti ditemukan.

 

Padahal faktanya adalah, di dalam banyak peristiwa saya melindungi pemberontak Falintil yang dipenjara oleh Tentara Republik Indonesia (TNI), dan rakyat Timor Leste yang juga memberontak, di dalam situasi yang tidak jelas, di mana TNI terjebak dalam perang saudara yang tidak memiliki batasan, dan semua orang bisa menjadi teman juga musuh.

 

Rumor yang melelahkan dan tidak terbukti ini, seperti yang dikutip kembali dalam artikel ini (3 dekade setelah peristiwa tersebut, dan dari seorang jurnalis yang terkenal membenci eksistensi TNI) adalah kumpulan kebohongan, yang tidak didukung oleh sejarah.

 

Silahkan tanya sendiri kepada rakyat Timor, apa yang sebenarnya terjadi. Saya yakin tuduhan seperti ini adalah kampanye yang dilakukan oleh barisan orang korup di Indonesia, yang takut akan adanya gerakan baru yang bisa mengaspirasi para pemuda dan rakyat miskin, untuk bersama menyatukan determinasi memberantas korupsi dan membangun pemerintahan yang bersih.

 

Danjen. (Purn) Prabowo Subianto

Jakarta

Share

Feb 10

Apa yang terjadi di Pt. Kertas Nusantara/ Pt. Kiani Kertas?

TRIBUNNEWS.COM TANJUNG REDEB, – Sudah tiga hari berturut-turut, karyawan PT Kertas Nusantara (PT KN) melakukan aksi unjuk rasa. Aksi ini menutut agar pihak manejemen PT KN agar segera membayar gaji yang sudah menunggak lima bulan.

Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, kali ini para pengunjuk rasa membawa serta keluarganya, termasuk istri dan anak-anak mereka. Sebelumnya, pada hari Rabu (22/1/2014) lalu para karyawan PT KN juga melakukan aksi serupa di DPRD Berau.

Sedangkan dalam aksi unjuk rasa yang digelar Kamis (23/1/2014), ratusan karyawan juga melakukan aksi bakar ban di halaman kantor bupati. Entah serius atau hanya sindiran, karyawan dan keluarga PT KN juga melakukan aksi meminta sumbangan ke kantor bupati.

 

Beberapa bulan terakhir, Prabowo Subianto diserang oleh isu menunggaknya gaji karyawan perusahaan Kertas Nusantara. Mudah memang jika kita menyalahkan pihak perusahaan atas terjadinya peristiwa ini, namun penting untuk kita mengetahui bahwa pihak perusahaan sudah berusaha untuk negosiasi dengan para karyawan. Berikut usaha yang telah dilakukan oleh pihak Pt. Kertas Nusantara:

- Memberi Gaji dalam bentuk kerja paruh waktu:

Pt. Kertas Nusantara telah memberi kelonggaran bagi karyawan untuk mencari pekerjaan paruh waktu, sampai perusahaan beroperasi kembali. Gaji para karyawan tetap dihitung dan akan dibayar sewaktu perusahaan beroperasi kembali.

- Perusahaan tidak memecat karyawan:

Pt. Kertas Nusantara tidak memecat karyawan, mereka tetap dicatat sebagai karyawan, dan administrasi mereka akan diselesaikan.

Sementara itu, Kepala Humas PT Kertas Nusantara Nasution menyatakan kondisi perusahaan memang tengah dalam kesulitan keuangan hingga saat ini. Tak hanya gaji karyawan, pabrik juga tak beroperasi karena kurangnya dana segar yang dimiliki manajemen PT Kertas Nusantara.
Soal tuntutan karyawan, Nasution menyatakan bahwa perusahaan tidak akan tinggal diam. Saat ini, berbagai cara dilakukan hanya untuk mencari dana talangan yang dibutuhkan perusahaan. Kerja sama dengan Salim Grup merupakan salah satu jalan. Namun, kerja sama ini masih dalam negosiasi petinggi perusahaan.
“Kami memang dalam kondisi kesulitan dana saat ini, tapi bukan berarti tidak akan membayar (gaji karyawan). Kami masih berusaha mencari talangan dana,” kata Nasution saat dihubungi Tempo.

 

Yang perlu kita ketahui adalah perusahaan tidak tinggal diam, mungkin saat ini belum ada titik cerah, tetapi Pt. Kertas Nusantara tetap berusaha untuk memenuhi semua kewajiban mereka kepada karyawan.

 

Salam Indonesia Raya

 

kertas-nusantara

Share

Jan 16

1M Tiap desa,ngga mungkin!?Sangat mungkin, Pelajari Alasannya dan Kenali 8 Program Desa Dari Gerindra.

Pada Tanggal 25 Okt 2013, Partai Gerindra menandatangani kontrak Politik dengan perwakilan kepala desa dari seluruh Indonesia, Di dalam kontrak tersebut berisikan.

 

“Jika rakyat memberikan dukungan, dan partai gerindra berhasil memenangkan pemilu 2014, maka Partai Gerindra akan memastikan setiap desa mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat minimal Rp. 1MILYAR per desa setiap tahunnya dan dijalankannya 8 PROGRAM DESA”

 

Darimana kah asal dana itu? Kita punya anggaran negara yang cukup bahkan masih sangat lebih. RAPBN thn 2013 kita mencapai 1.600 Trilyun, dan kita memiliki pembagian sekitar 75.000-80.000 desa per masing2 desa 1 M, itu hanya akan memakan dana sekitar 75-80 Trilyun. Dikurangi dari RAPBN negara hanya akan memakan 9% dari total RAPBN.

 

Hal ini sangat mungkin dilakukan dengan RAPBN yang kita miliki untuk memajukan perkembangan tiap desa secara merata. Selain Rp.1 Milyar, Partai Gerindra juga memberikan 8 PROGRAM DESA untuk tiap desa yang telah tertera dalam perjanjian.

 

Berikut isi dari “8 PROGRAM DESA”

 

1.Jalanan, Jembatan, Dan Irigasi Desa dan Pesisir

2.Listrik dan Air bersih Desa

3.Koperasi, BUMDES, Badan usaha Petani dan Keuangan Mikro

4.Lumbung Desa

5.Pasar Desa

6.Klinik dan rumah sehat desa

7.Pendidikan dan Wirausaha muda desa

8.Sistem Informasi Desa

 

Sekarang jelas dari mana asal dana yang selama ini di anggap asal sebut tersebut.

Share

Jan 13

Mengenal Operasi Mapenduma

Adalah operasi militer untuk membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorentz yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM). Operasi ini sebagian besar anggotanya berasal dari Kopassus. Operasi ini dipimpin oleh Komandan Kopassus Prabowo Subianto .

 

Dalam Operasi pembebasan ini, 2 dari 11 sandera di temukan tewas, selama empat bulan lebih seminggu (129 hari) 11 sandera tersebut disandera di tangan yang menamakan diri Organisasi Papua Merdeka (OPM) mereka terus berpindah-pindah dan masuk ketengah hutan belantara.

 

Terjadi negosiasi untuk mencari jalan damai yang dilakukan oleh Palang Merah International(ICRC) dengan OPM kandas di tengah jalan karena pimpinan OPM Kelly Kwalik membatalkan perjanjian itu secara sepihak.

 

Setelah kegagalan negosiasi itu barulah operasi Mapenduma yang di pimpin Prabowo Subianto bergerak, Operasi pembebasan sandera kemudian dinyatakan selesai, diteruskan pemburuan OPM, dipimpin langsung oleh pangdam Trikora Mayjen Dunidja.

 

Untuk kronologi kejadian, dan ada intrik menarik yang terjadi tentang penembakan di sekitar lapangan terbang timika yang dilakukan Letnan Dua Sanurip, terhadap teman2nya.

 

Simak di: —->click “ Kisah Dan Kronolgi Operasi Mapenduma ”click<—-

film dokumenter dari tv national Belanda(youtube):

—>click “ Pembebasan Mapenduma dipimpin oleh Prabowo(YouTube) ”click<—

Share

Jan 13

Bagi saudara semua yang belum mengetahui fakta sebenarnya operasi Mapenduma.

Diambil dari Facebook Prabowo Subianto:

Kemarin TV Nasional Belanda menayangkan sebuah film dokumenter singkat: “Gegijzeld in Indonesie / Disandera di Indonesia”. Film ini adalah tentang operasi pembebasan sandera “Ekspedisi Lorentz” oleh KOPASSUS di Mapenduma, Papua tahun 1996 – sebuah operasi yang saya pimpin.

Tayangan ini sekarang sudah dapat sahabat saksikan di alamat YouTube berikut, dengan subtitle bahasa Indonesia:http://youtu.be/1lESjEr54-o

Share

Nov 07

Prabowo tidak Nasionalis?

Prabowo-Subianto

Fadli Zon, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, membantah Prabowo memiliki kewarganegaraan lain selain Indonesia. Prabowo memang pernah ditawari jadi warga negara oleh lima negara, namun tak satupun ia terima.

“Pak Prabowo memang ditawari untuk menjadi warga negara Yordania tapi ditolak Pak Prabowo karena dia berdarah Indonesia,” kata Fadli Zon dalam jumpa pers di Mega-Prabowo Media Center, Jalan Prapanca, Jakarta, Senin 15 Juni 2009.

Bukan hanya jadi warga negara Yordania, Prabowo juga ditawari menjadi penasihat militer Yordania. Namun Prabowo kembali menolak. Kedua tawaran ini datang karena memang Prabowo berteman dekat dengan Raja Yordania, Abdullah.

“Ada empat negara lain juga pernah menawarinya,” ujar Fadli. Tapi Prabowo tetap menolak. “Jadi, sebetulnya siapa yang tidak santun? siapa yang tidak beretika?” kata Fadli yang duduk di Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai Wakil Ketua Umum itu.

Namun, meski menolak menjadi warga negara di kerajaan kaya minyak itu, Prabowo tinggal di Yordania kurang lebih dua tahun lamanya. Selain menghindari perhatian publik atasnya karena disangkutkan dengan kerusuhan 1998, Prabowo juga belajar berbisnis.

Karena itu, Fadli Zon membantah keras tudingan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menyatakan Prabowo memiliki kewarganegaraan ganda. “Ini bagian dari negative campaign dan black campaign,” kata Fadli (sumber vivanews).

 

Seorang Prabowo Subianto yang merupakan patriot bangsa Indonesia, tidak akan menukar kewarganegaraannya untuk apapun. Sehingga pertanyaan-pertanyaan tentang kewarganegaraan Prabowo yang beredar di Masyrakat hanyalah isapan jempol belaka. Prabowo seorang nasionalis, dan akan terus mencintai Indonesia sampai nafas terakhirnya.

Share

Oct 31

Pertemuan lagi Prabowo Subianto dan BJ Habibie

habibie-prabowo-ngopi-bareng-tiga-jam-di-kafe-seeburg-jerman-rev-1

Prabowo Subianto mendapat undangan khusus untuk makan siang dan ngopi sore bersama Mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie. Pertemuan dilakukan di kediaman pribadi Habibie di Jerman

 

Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam dalam suasana yang sangat akrab dan bersahabat, Habibie menjelaskan kepada Prabowo di kafe Seeburg dan di rumahnya bahwa siapapun yang memimpin Indonesia ke depan harus memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat Indonesia, yang sejatinya dapat diwujudkan dengan transportasi udara yang baik.

 

Prabowo mengatakan kepada Habibie, bahwa Partai Gerindra adalah satu-satunya partai politik di Indonesia yang secara tertulis, hitam di atas putih menyatakan bahwa jika mendapatkan mandat untuk memimpin di 2014 akan membangkitkan kembali produksi pesawat terbang dalam negeri.

 

Sebelum pertemuan usai, Habibie mengajak Prabowo untuk berkeliling kediamannya dan duduk di bangku berwarna merah yang bersejarah. “Prabowo, tahun 2003 lalu SBY datang ke sini dan duduk di bangku ini. Tahun berikutnya ia menjadi Presiden. Sekarang Prabowo datang tahun 2013, dan juga duduk di bangku yang sama” ujar Habibie.

 

Sumber: Merdeka.com

Share

Oct 31

Jejak hidup jendral TNI @Prabowo08 oleh @PartaiSocmed

  • 1. KUPAS TUNTAS SOSOK PRABOWO SUBIANTO (Part. 1)
  • 2. Kultwit kami kali ini akan mengulas mengenai sosok @Prabowo08 yg kontroversial itu dr sudut pandang yg sedikit berbeda
  • 3. Tujuannya adlh agar masyarakat mendptkan informasi yg lengkap dan berimbang ttg calon pemimpin yg akan dipilihnya termsk @Prabowo08
  • 4. Mengingat begitu krontroversial dan byknya disinformasi mengenai tokoh yg satu ini mk kami putuskan kultwit ttg @Prabowo08 akan berseri
  • 5. @Prabowo08 lahir di Jakarta 17 Oktober 1951. Beliau adlh mantan Danjen Kopasus, Pengusaha sukses, Politisi dan calon presiden 2014
  • 6. @Prabowo08 adlh putera dr begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo.
  • 7. Beliau jg cucu dr Raden Mas Margono Djojohadikusumo yg mpk anggt BPUPKI dan juga mpk pendiri Bank Nasional Indonesia (BNI)
  • 8. Dari silsilahnya tampak bahwa @Prabowo08 memiliki “darah biru” elit pemimpin Indonesia. Bahkan jauh seblm republik ini lahir
  • 9. @Prabowo08 menikahi Titiek, puteri Presiden Soeharto. Keputusan yg tampak prospektif saat itu nmun mjd blunder dlm hdpnya dikemudian hari
  • 10. Dg latar belakang keluarga intelektual, @Prabowo08 mewarisi kecerdasan ayahnya. Beliau dikenal sgt cerdas di sekolah maupun di AKABRI
  • 11. Beliau adlh alumnus AKABRI (1974) namun tdk byk yg tahu bahwa selulus SMA @Prabowo08 juga diterima di Harvard University
  • 12. Karirnya dibidang militer terbilang sgt cemerlang dan membanggakan. Karir militer @Prabowo08 trmsk yg tercpt dlm sejarah ABRI
  • 13. @Prabowo08 bahkan sempat disebut sbg “The Brightest Star”. Dan dialah jendral termuda yg meraih 3 bintang pd usia 46 thn
  • 14. Sbg sesama orang militer @Prabowo08 bs dianggap sbg “antitesa” dr SBY. Mgk krn karir beliau yg byk diisi dg penugasan di satuan tempur
  • 15. Meski sama2 mpk “The Rising Star” di tubuh ABRI saat itu, SBY lebih dikenal sbg perwira intelektualnya ABRI
  • 16. Brbeda dg SBY yg cenderung analitis dan berhati2 dlm mengambil keputusan, sbg perwira lapangan @Prabowo08 cenderung cepat “Take action”
  • 17. Saat keputusan sudah dibuat @Prabowo08 akan menjalankannya dg penuh “determinasi”. Beliau siap menanggung segala konsekuensinya
  • 18. Salah satu contohnya adlh perihal peristiwa penculikan aktivis yg tlh mencoreng nama baik & mjd penyebab kehancuran karir militernya
  • 19. DKP yg menyelidiki kasus ini tdk prnah mngungkapkan hsl pemeriksaannya kpd publik. Tdk juga kpd @Prabowo08 yg notabene mjd tertuduhnya
  • 20. Tampaknya Wiranto sengaja mengambil manfaat agar “prasangka publik” menghukum @Prabowo08 lbh berat drpd dosanya
  • 21. Meski @Prabowo08 berikeras mengatakan tak pernah perintahkan. Namun beliau mengambil alih tanggung jawab anak buahnya
  • 22. “Saya ambil alih tanggung jawabnya”. Begitu kata beliau saat itu
  • 23. Sikap yg hrs dibyr mahal dg hancurnya karir militer yg gilang gemilang, namun jg menunjukkan kualitas kepemimpinan @Prabowo08
  • 24. Jk @Prabowo08 bnr bersalah, mengapa justru korban2 penculikan spt Pius L Lanang & Desmond J Mahesa justru mjd pengurus Partai Gerindra?
  • 25. Meski begitu, kualitas kepemimpinan @Prabowo08 justru sdh teruji di saat2 paling kritis yg pernah dialami negeri ini
Share

Older posts «